ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Berita Global 2017 - Bukan dari Badan Intelijen Negara (BIN) informasi mengenai adanya
komunikasi antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin yang
disampaikan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Demikian disampaikan BIN melalui Deputi VI BIN Sundawan dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (2/2/2017).
Hal ini untuk menjawab isu penyadapan seperti yang dilontarkan SBY ketika menanggapi fakta persidangan terdakwa Ahok.
"Melalui klarifikasi resmi ini, terkait informasi tentang adanya
komunikasi antara Ketua MUI dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang
disampaikan kuasa hukum Bapak Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan
tanggal 31 Januari 2017, maka bersama ini BIN menegaskan bahwa informasi
tersebut bukan berasal dari BIN," ujar Deputi-VI BIN Bidang Komunikasi
dan Informasi ini.
Selain itu juga, ia menjelaskan pernyataan Ahok dan tim penasehat
hukumnya pada persidangan 31 Januari lalu, tidak menyebutkan secara
tegas apakah dalam bentuk komunikasi verbal secara langsung ataukah
percakapan telepon yang diperoleh melalui penyadapan.
Karena itu, menurutnya, informasi tersebut menjadi tanggung jawab
Ahok dan tim penasihat hukumnya yang telah disampaikan kepada Majelis
Hakim dalam persidangan tersebut.
Ahok juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada KH Ma'aruf Amin dan sudah diterima serta dimaafkan.
Bersamaan dengan itu pula, Ahok telah melakukan klarifikasi bahwa
informasi yang dijadikan sebagai bukti dalam persidangan merupakan
berita yang bersumber dari media online liputan6.com edisi tanggal 7
Oktober 2016.
Lebih lanjut ia jelaskan pula, bahwa berdasarkan UU No17 Tahun 2011
tentang intelijen Negara, BIN merupakan elemen utama dalam sistem
keamanan nasional untuk mempertahakan kesatuan dan persatuan NKRI.
Dalam menjelakan tugas, peran dan fungsinya, kata dia, BIN diberikan
kewenangan untuk melakukan penyadapan berdasarkan peraturan
perundang-undangan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan
hak asasi manusia.
"Namun penyadapan yang dilakukan hanya untuk kepentingan
penyelenggaraan fungsi intelijen dalam rangka menjaga keselamatan,
keutuhan dan kedaulatan NKRI yang hasilnya tidak untuk dipublikasikan,
apalagi diberikan kepada pihak tertentu," tegasnya.
Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/02/02/ini-penjelasan-bin-terkait-isu-penyadapan-sby
Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/02/02/ini-penjelasan-bin-terkait-isu-penyadapan-sby

0 Response to "Wow !!! BIN tolak akui telah menyadap SBY"
Posting Komentar